Dinamika Harga Bitcoin Menjelang Halving Keempat – Fintechnesia.com

Berita16 Dilihat

FinTechnesia.com | Sepekan terakhir harga Bitcoin mengalami penurunan akibat dari berbagai faktor. Mulaii data inflasi yang mengecewakan, dengan Indeks Harga Konsumen (CPI), Rabu (10/4) untuk bulan Maret naik lebih dari perkiraan

CPI untuk bulan Maret naik 0,4% MoM dibandingkan ekspektasi 0,3% MoM. Sementara, CPI tahunan naik 3,5%YoY dibandingkan perkiraan 3,4%YoY dan 3,2%YoY di bulan Februari.

Sementara tekanan ke pasar bertambah ketika ketegangan politik meningkat di Timur Tengah. Nilai Bitcoin turun tajam dipicu sentimen risiko-off di pasar tradisional menyebabkan kekhawatiran terhadap risiko geopolitik yang berpotensi merembes ke aset kripto.

Sempat membawa Harga Bitcoin anjlok lebih dari 8%, turun dari sekitar US$ 67.000 menjadi di bawah US$ 61.000 pada 13 April setelah Iran meluncurkan serangan terhadap Israel.

Sementara dari perdagangan ETF Bitcoin spot pekan lalu,  mencatat total arus keluar (outflow) sebesar US$ 83,3 juta, yang mungkin juga telah berkontribusi pada penurunan harga BTC pekan lalu.

Arus keluar pekan lalu dari pasar ETF Bitcoin  juga bisa dipicu oleh aksi risk off sementara akibat ketegangan geopolitik dan angka inflasi di atas ekspektasi pasar.

Sementara, aksi penjualan juga berpotensi terjadi ketika investor mulai mengambil keuntungan dalam jangka pendek dan cenderung berinvestasi lagi saat terjadi penurunan.

Komisi Sekuritas dan Berjangka Hong Kong (SFC) telah secara resmi memberikan persetujuan pada exchange-traded funds (ETF) spot bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH) pada Senin (15/4). Sehingga sempat mendorong sesaat harga BTC k eatas US$ 66.000 dan ETH melampaui US$ 3.200.

Baca juga : Maret 2024 Ditutup Positif, Begini Potensi Bitcoin Menjelang Halving

Persetujuan ini diberikan kepada manajer aset terkemuka termasuk China Asset Management, Bosera Capital, dan HashKey Capital Limited, bersamaan dengan persetujuan prinsip untuk Harvest Global Investments. ETF BTC dan ETH akan mulai diperdagangkan pada akhir bulan April 2024.

Baca Juga  Awas, Eksperimen Kejahatan Dunia Maya dengan Kecerdasan Buatan di Dark Web - Fintechnesia.com

Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha menjelaskan, Selasa (16/4) pagi pukul 08:00 WIB, Bitcoin (BTC) bertengger di US$ 63.210 turun 2,96% dalam periode 24 jam terakhir. “Saat ini BTC berpotensi bergerak di sekitar sekitar $62.800 – US$ 65.000,” kata Panji, dalam rilis ke FinTechnesia, Selasa (16/4).

Pekan ini investor secara khusus memperhatikan tiga sentimen utama, termasuk penjualan ritel AS yang mengindikasikan kestabilan ekonomi dan rencana pemotongan suku bunga Fed. Selain itu, pidato Wakil Gubernur Fed, Philip Jefferson juga menjadi fokus, karena keputusan suku bunga Federal Reserve sangat mempengaruhi minat terhadap aset kripto. 

Tak kalah pentingnya, peristiwa halving Bitcoin yang akan terjadi pada Sabtu (20/4) juga menimbulkan antisipasi besar karena dapat menciptakan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan, berpotensi memicu lonjakan bullish Bitcoin dalam jangka panjang.

Dalam sejarah halving sebelumnya, Bitcoin selalu mengalami kenaikan fantastis setahun pasca halving. Maka besar potensi untuk melampaui harga tertinggi di US$ 73.250 dalam beberapa bulan pasca halving.

Bitcoin Halving keempat akan terjadi pada Block 840.000. Saat ini, block Bitcoin telah mencapai 839.410. “Artinya 590 block lagi menuju Bitcoin having keempat yang akan terjadi di sekitar tanggal 20 April 2024. Ini akan memotong hadiah (reward) kepada penambang Bitcoin (BTC) dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC per block,” papar pang.

Dalam situasi pasar yang penuh antisipasi ini, investor harus memperhatikan dengan cermat setiap perkembangan pasar secara keseluruhan. Ada dua strategi untuk menghadapi ketidakpastian pasar. Buy The Dip, aksi membeli jika Bitcoin mengalami penurunan signifikan.

Selain itu, Dollar Cost Averaging (DCA), dengan melakukan pembelian secara berkala. Investor tidak perlu mencoba memprediksi waktu yang tepat untuk membeli aset, yang dapat mengurangi risiko kehilangan peluang atau membuat keputusan yang buruk karena fluktuasi harga yang cepat. (iwa)

Baca Juga  Balik ke Pasar Indonesia, Volvo Pamerkan Mobil Listrik di GIIAS 2023

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *